Hampir Empat Dekade Jadi Aktor, Gary Oldman Akhirnya Raih Oscar

Terpenuhi sudah keinginan Gary Oldman sebagai aktor. 39 tahun bergelut di industri entertainment Hollywood, pria kelahiran London ini akhirnya sukses membawa pulang Piala Oscar. Ya, pria berusia 59 tahun ini berhasil keluar sebagai Aktor Terbaik dalam 90th Academy Awards yang resmi digelar hari Minggu (4/3) malam di Dolby Theatre atau Senin (6/3) pagi waktu Indonesia.

 

Peran tanpa cela Oldman sebagai mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill dalam DARKEST HOUR memang penantian panjang.  Hampir empat dekade menjadi aktor, Oldman akhirnya mendapatkan karakter yang sesuai dengan kemampuan akting luar biasanya. Jauh sebelum berperan sebagai Churchill, Oldman sudah begitu identik dengan banyak peran nonton movie online seperti ayah baptis Harry Potter, Sirius Black, dan polisi sahabat Batman, James Gordon dalam trilogi THE DARK KNIGHT karya Christopher Nolan.

 

“Aku tak tahu bagaimana perasaanku menang Oscar di tahun-tahun mendatang. Namun bisa menang karena kau memerankan salah satu sosok besar yang pernah dikenal di Inggris adalah hal yang membanggakan. Hal ini menjadi salah satu highlight dalam karierku. Sebuah pengakuan atas profesiku yang amat signifikan,” ungkap Oldman seperti dilansir Detikhot.

 

Oldman sukses meraih Oscar dan mengalahkanTimothee Chalamet (CALL ME BY YOUR NAME), Daniel Day-Lewis (PHANTOM THREAD), Daniel Kaluuya (GET OUT) dan Denzel Washington (ROMAN J ISRAEL, ESQ).

 

Demi Jadi Winston Churchill, Oldman Habiskan Tiga Jam

 

Sempurnanya sosok Oldman menjelma jadi Churchill memang tak bisa dilepaskan dari tangan dingin Kazuhiro Tsuji. Bahkan Tsuji juga sukses menyumbangkan Oscar perdana untuk DARKEST HOUR  lewat kategori Tata Rias dan Rambut Terbaik. Untuk mengubah Oldman menjadi Churchill tanpa cela, rupanya Tsuji membutuhkan waktu cukup lama yakni mencapai tiga jam dalam sekali makeup.

 

“Kami menghabiskan waktu sekitar tiga jam 16 menit. Wajah manusia punya banyak sekali bagian yang berbeda-beda. Aku harus sangat memperhatikan soal detail wajah Churchill. Kesulitannya, struktur wajah Gary sangat berbeda dengan Churchill. Karena terlalu beda, aku menggunakan bahan yang sangat lembut, yang bisa mengikuti gerakan dan ekspresi Gary,” cerita Tsuji.

 

Tsuji pun berpendapat bahwa Oldman sangatlah memahami proses panjang dalam make up aktor. Menurut Tsuji, mantan suami aktris Uma Thurman itu adalah salah satu dari sekian aktor yang bisa diam dalam waktu lama. “Dia sangat kooperatif dan mengerti apa yang harus ia lakukan. Jika seorang aktor makan, bisa merusak make up. Jadi dia menghindarinya dan cuma minum smoothies. Salah satu cucu Churchill kini memanggilnya kakek,” canda Tsuji bangga.

 

Mantan Istri Ketiga Protes Oscar Oldman

 

Kegemilangan Oldman meraih Oscar ini rupanya ternodai oleh aksi protes Donya Fiorentino. Sekedar informasi, Fiorentino adalah istri ketiga Oldman yang dinikahi selama empat tahun mulai 1997 hingga 2001. Fiorentino jadi istri Oldman setelah ayah tiga anak itu lima tahun hidup menduda usai cerai dari Thurman.

 

Aksi protes Fiorentino ini diungkapkan lewat sindiran kepada penyelenggara Oscar, Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Hubungan Fiorentino dan Oldman memang tidak cukup baik. Di mana pada tahun 2001, Fiorentino menuding sang mantan suami telah melakukan kekerasan secara fisik dan emosional selama mereka jadi hubungan suami istri. “Selamat Gary dan selamat pada The Academy karena tak hanya memberikan Oscar pada satu tapi dua pelaku kekerasan. Kukira kita sudah mulai berubah. Apa kabar dengan gerakan #MeToo?” ungkap Fiorentino kepada TMZ.